Cara Cek SSD Laptop Masih Sehat

Cara cek SSD laptop masih sehat sebelum membeli laptop bekas

Kalau kalian ingin membeli laptop bekas, salah satu bagian yang wajib dicek adalah SSD.

Kenapa SSD perlu dicek?

Karena SSD adalah tempat penyimpanan data di laptop. Windows, aplikasi, game, foto, video, dan file penting lainnya biasanya tersimpan di SSD.

Kalau SSD masih sehat, laptop biasanya terasa lebih cepat saat booting, membuka aplikasi, dan memindahkan file. Tapi kalau SSD sudah bermasalah, laptop bisa terasa lemot, sering hang, gagal booting, atau bahkan data bisa hilang.

Nah masalahnya, kondisi SSD tidak selalu bisa dilihat dari luar. Laptop bisa saja terlihat normal, menyala dengan baik, dan masuk Windows seperti biasa. Tapi setelah dicek lebih dalam, ternyata kesehatan SSD sudah menurun.

Makanya pada artikel kali ini saya akan membahas cara cek SSD laptop masih sehat, terutama untuk kalian yang ingin membeli laptop bekas atau ingin memastikan kondisi laptop sendiri.

Apa Itu SSD?

SSD adalah media penyimpanan yang digunakan untuk menyimpan sistem operasi, aplikasi, dan data di laptop.

Berbeda dengan harddisk biasa yang masih menggunakan piringan berputar, SSD sudah menggunakan chip memori. Karena itu SSD biasanya lebih cepat, lebih ringan, dan lebih tahan terhadap guncangan dibanding harddisk.

Itulah kenapa laptop zaman sekarang banyak yang sudah menggunakan SSD. Bahkan laptop bekas pun biasanya sudah banyak yang memakai SSD, baik SATA maupun NVMe.

Tapi walaupun SSD lebih cepat, bukan berarti SSD tidak bisa menurun kesehatannya. SSD tetap punya umur pakai, terutama kalau sudah sering digunakan untuk menulis dan menghapus data dalam jumlah besar.

Kenapa Kesehatan SSD Perlu Dicek?

Kesehatan SSD perlu dicek supaya kita tahu apakah SSD masih layak dipakai atau sudah mulai bermasalah.

Kalau kalian membeli laptop bekas, mengecek SSD itu penting. Karena kita tidak tahu bagaimana pemakaian pemilik sebelumnya.

Bisa saja laptop tersebut sering dipakai untuk install game besar, editing video, copy file besar, atau bahkan pernah dipakai kerja berat setiap hari.

Kalau SSD sudah lemah, laptop bisa bermasalah di kemudian hari. Jadi lebih baik dicek dari awal daripada menyesal setelah membeli.

1. Cek SSD Menggunakan CrystalDiskInfo

Cara paling mudah untuk cek kesehatan SSD adalah menggunakan aplikasi CrystalDiskInfo.

Aplikasi ini cukup populer dan mudah dipakai. Kalian bisa melihat status kesehatan SSD, suhu, total pemakaian, dan informasi lainnya.

Caranya seperti ini:

  1. Download dan install aplikasi CrystalDiskInfo.
  2. Buka aplikasinya.
  3. Pilih SSD yang ingin dicek.
  4. Lihat bagian Health Status.
  5. Lihat juga bagian suhu dan total pemakaian.

Kalau statusnya Good, berarti SSD masih terdeteksi dalam kondisi baik. Tapi kalau muncul Caution atau peringatan lain, kalian perlu lebih hati-hati.

Untuk laptop bekas, hasil CrystalDiskInfo ini bisa menjadi bahan pertimbangan sebelum membeli.

2. Perhatikan Health Status SSD

Bagian yang paling mudah dilihat adalah Health Status.

Biasanya akan muncul status seperti Good, Caution, atau Bad. Kalau masih Good, itu tanda awal yang cukup bagus.

Tapi jangan hanya melihat tulisan Good saja. Kalian juga perlu melihat informasi lain seperti total host writes, power on hours, dan suhu SSD.

Karena kadang SSD masih terbaca Good, tapi pemakaiannya sudah cukup tinggi. Jadi tetap harus dicek lebih teliti.

3. Cek Persentase Kesehatan SSD

Beberapa SSD akan menampilkan persentase kesehatan, misalnya 100%, 95%, 90%, 80%, dan seterusnya.

Kalau SSD masih berada di atas 90%, biasanya masih sangat aman untuk pemakaian normal. Kalau sudah 80% ke bawah, masih bisa dipakai, tapi kalian perlu mulai memperhatikan kondisinya.

Kalau kesehatan SSD sudah turun jauh, misalnya 60% atau lebih rendah, sebaiknya jadikan itu sebagai bahan pertimbangan. Apalagi kalau kalian ingin membeli laptop bekas untuk dipakai jangka panjang.

Bukan berarti SSD langsung rusak saat health turun. Tapi semakin rendah angkanya, semakin besar juga risiko SSD mengalami masalah di kemudian hari.

4. Cek Total Host Writes

Total Host Writes adalah jumlah data yang sudah pernah ditulis ke SSD.

Semakin sering SSD digunakan untuk menulis data, maka angka ini akan semakin besar. Misalnya sering install game besar, copy video, editing, atau pindah file ukuran besar.

Kalau Total Host Writes masih rendah, berarti SSD belum terlalu banyak dipakai untuk menulis data. Tapi kalau angkanya sudah sangat tinggi, berarti SSD sudah bekerja cukup lama.

Untuk pembeli laptop bekas, bagian ini bisa membantu melihat seberapa berat pemakaian SSD sebelumnya.

5. Cek Power On Hours

Power On Hours menunjukkan berapa lama SSD sudah menyala atau digunakan.

Semakin besar angkanya, berarti SSD tersebut sudah dipakai dalam waktu yang lebih lama.

Misalnya laptop bekas yang katanya jarang dipakai, tapi Power On Hours-nya sangat tinggi, berarti kalian perlu bertanya lagi ke penjual.

Memang angka ini tidak selalu menentukan SSD sehat atau tidak. Tapi bisa menjadi gambaran pemakaian laptop sebelumnya.

6. Cek Suhu SSD

Suhu SSD juga perlu diperhatikan. SSD yang terlalu panas bisa membuat performanya menurun dan tidak stabil.

Untuk pemakaian normal, suhu SSD biasanya masih aman selama tidak terlalu tinggi. Tapi kalau saat idle saja suhu sudah panas, kalian perlu curiga.

Suhu SSD bisa tinggi karena beberapa hal, misalnya airflow laptop kurang bagus, posisi SSD dekat komponen panas, thermal pad tidak menempel dengan baik, atau laptop sering dipakai berat.

Kalau SSD NVMe, biasanya suhunya memang bisa lebih tinggi dibanding SSD SATA. Tapi tetap jangan sampai terlalu panas terus-menerus.

7. Cek Kecepatan SSD

Selain kesehatan, kalian juga bisa mengecek kecepatan SSD.

Untuk mengeceknya, kalian bisa menggunakan aplikasi benchmark seperti CrystalDiskMark. Dari situ bisa terlihat kecepatan baca dan tulis SSD.

Kalau hasilnya jauh lebih rendah dari yang seharusnya, bisa jadi ada beberapa penyebab. Misalnya SSD hampir penuh, mode storage tidak optimal, suhu terlalu panas, atau SSD memang mulai bermasalah.

Tapi untuk pembelian laptop bekas, cek kecepatan ini tidak selalu wajib. Yang paling penting adalah SSD sehat, tidak error, dan laptop berjalan normal.

8. Cek Apakah SSD Sering Error

SSD yang bermasalah kadang menunjukkan gejala tertentu.

Contohnya laptop sering hang, file tiba-tiba rusak, Windows gagal booting, aplikasi sering crash, atau muncul error saat copy file.

Kalau kalian sedang mengecek laptop bekas, coba gunakan laptop beberapa menit. Buka aplikasi, copy file, restart laptop, dan lihat apakah ada gejala aneh.

Kalau laptop sering freeze atau restart sendiri, jangan langsung menyalahkan SSD. Bisa saja masalahnya dari RAM, Windows, suhu, atau komponen lain. Tapi SSD tetap perlu ikut dicek.

9. Cek Kapasitas SSD

Selain kesehatan, cek juga kapasitas SSD apakah sesuai dengan deskripsi penjual.

Misalnya penjual bilang SSD 512GB, maka di Windows harus terbaca mendekati kapasitas tersebut. Biasanya tidak persis 512GB karena perhitungan sistem berbeda, tapi harus tetap masuk akal.

Caranya bisa lewat File Explorer atau Disk Management.

Untuk membuka Disk Management:

  1. Klik kanan tombol Start.
  2. Pilih Disk Management.
  3. Lihat kapasitas SSD yang terpasang.

Dengan cara ini, kalian juga bisa melihat apakah ada partisi aneh atau storage lain yang terpasang.

10. Cek Jenis SSD SATA atau NVMe

Laptop sekarang biasanya memakai SSD SATA atau NVMe.

SSD NVMe biasanya lebih cepat dibanding SSD SATA, terutama untuk kecepatan baca tulis yang besar. Tapi untuk pemakaian harian seperti browsing, mengetik, dan membuka aplikasi, keduanya tetap jauh lebih cepat dibanding harddisk biasa.

Kalau membeli laptop bekas, cek jenis SSD juga penting supaya sesuai dengan harga dan spesifikasi yang ditawarkan.

Untuk melihat jenis SSD, kalian bisa menggunakan CrystalDiskInfo, Task Manager, atau melihat spesifikasi laptopnya secara langsung.

11. Jangan Hanya Percaya Kata Penjual

Kalau membeli laptop bekas, jangan hanya percaya kata penjual bahwa SSD masih aman.

Lebih baik cek langsung menggunakan aplikasi. Kalau penjual memang yakin barangnya normal, biasanya tidak keberatan saat kita minta cek kondisi SSD.

Kalau penjual tidak mau laptop dicek, terlalu buru-buru, atau menghindar saat ditanya soal kondisi storage, lebih baik hati-hati.

Karena SSD adalah bagian penting. Kalau setelah beli ternyata SSD bermasalah, kalian harus keluar biaya lagi untuk menggantinya.

Tanda-Tanda SSD Laptop Mulai Bermasalah

Ada beberapa tanda yang bisa menunjukkan SSD laptop mulai bermasalah.

  • Laptop sering hang atau freeze.
  • Windows gagal booting.
  • Aplikasi sering crash.
  • File sering rusak atau tidak bisa dibuka.
  • Proses copy file sering gagal.
  • SSD tidak terbaca tiba-tiba.
  • Muncul status Caution atau Bad di aplikasi pengecekan.
  • Performa SSD turun drastis.

Kalau tanda-tanda seperti ini muncul, sebaiknya segera backup data penting. Jangan tunggu sampai SSD benar-benar tidak terbaca.

Apakah SSD Health Turun Itu Normal?

SSD health yang turun sedikit sebenarnya normal, apalagi kalau SSD sudah digunakan cukup lama.

Misalnya dari 100% turun ke 98% atau 95%, itu masih wajar. Yang perlu diperhatikan adalah kalau penurunannya terlalu jauh atau muncul peringatan tertentu.

Untuk laptop bekas, SSD health yang masih tinggi tentu lebih baik. Tapi kalau health sudah menurun, bukan berarti laptop langsung tidak layak beli. Kalian hanya perlu menyesuaikan dengan harga dan kebutuhan.

Apakah SSD Bisa Diganti?

Kebanyakan laptop masih bisa diganti SSD-nya, selama slot dan jenis SSD-nya sesuai.

Kalau SSD laptop bekas kurang sehat, kalian masih bisa menggantinya dengan SSD baru. Tapi tentu ada biaya tambahan.

Jadi sebelum membeli laptop bekas, hitung juga apakah harga laptop masih worth it kalau harus mengganti SSD.

Kalau harga laptop sudah murah dan minusnya hanya SSD, mungkin masih bisa dipertimbangkan. Tapi kalau selain SSD masih ada banyak minus lain, lebih baik cari unit yang lebih sehat.

Tips Agar SSD Laptop Lebih Awet

Supaya SSD laptop lebih awet, ada beberapa kebiasaan yang bisa dilakukan.

  • Jangan biarkan SSD terlalu penuh.
  • Sisakan ruang kosong secukupnya.
  • Hindari sering mematikan laptop secara paksa.
  • Jangan sering mencabut daya saat laptop sedang menulis data.
  • Rutin backup data penting.
  • Pastikan suhu laptop tetap aman.

Cara di atas memang sederhana, tapi cukup membantu agar SSD tidak cepat bermasalah.

Kesimpulan

Cara cek SSD laptop masih sehat sebenarnya cukup mudah. Kalian bisa menggunakan aplikasi seperti CrystalDiskInfo untuk melihat Health Status, persentase kesehatan, suhu, Power On Hours, dan Total Host Writes.

Selain itu, kalian juga bisa mengecek kapasitas SSD, jenis SSD, kecepatan baca tulis, dan apakah ada gejala error saat laptop digunakan.

Kalau SSD masih berstatus Good, suhu normal, performa stabil, dan tidak ada gejala aneh, maka SSD kemungkinan masih sehat.

Tapi kalau muncul status Caution atau Bad, laptop sering hang, gagal booting, atau file sering rusak, kalian harus lebih hati-hati.

Untuk laptop bekas, jangan lupa cek SSD sebelum membeli. Karena SSD yang bermasalah bisa membuat laptop tidak nyaman digunakan dan berisiko menyebabkan data hilang.

Bagaimana, mudah bukan? Itu merupakan cara cek SSD laptop masih sehat sebelum membeli laptop bekas atau saat ingin mengecek kondisi laptop sendiri.

Kalau ada hal yang perlu ditanyakan terkait postingan ini bisa lewat komentar dibawah!

Sekian dan Terimakasih!

Baca Juga

Posting Komentar untuk "Cara Cek SSD Laptop Masih Sehat"